Jumat, 20 Mei 2011

sejarah nyi roro kidul

Ratu Laut Selatan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Lukisan Nyai Rara Kidul, Ratu Laut Selatan, karya Basuki Abdullah. Lukisan ini dipajang di kamar 308 yang dipersembahkan untuknya, di Samudra Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Ratu Laut Selatan adalah tokoh legenda yang sangat populer di kalangan masyarakat penghuni Pulau Jawa dan Bali. Kepercayaan akan adanya penguasai lautan di selatan Jawa (Samudera Hindia) dikenal terutama oleh suku Sunda dan suku Jawa. Orang Bali juga meyakini adanya kekuatan yang menguasai pantai selatan ini.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Legenda
* 2 Apresiasi dan legenda terkait
o 2.1 Sedekah laut
o 2.2 Tari Bedaya Ketawang
o 2.3 Larangan berpakaian hijau
o 2.4 Ruang khusus di hotel
* 3 Catatan kaki
* 4 Sumber-sumber dan Pranala luar

[sunting] Legenda

Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan legenda ini dikenal. Namun demikian, legenda mengenai penguasa mistik pantai selatan mencapai tingkat tertinggi pada keyakinan yang dikenal di kalangan penguasa kraton dinasti Mataram (Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta) bahwa penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul, merupakan "istri spiritual" bagi raja-raja di kedua kraton tersebut. Pada kala-kala tertentu, kraton memberikan persembahan di Pantai Parangkusuma, Bantul, dan/atau di Pantai Paranggupita, Wonogiri, kepada sang ratu. Panggung Sanggabuwana di komplek kraton Surakarta dipercaya sebagai tempat bercengkerama sang Sunan dengan Kanjeng Ratu. Konon, Sang Ratu tampil sebagai perempuan muda dan cantik pada saat bulan muda hingga purnama, namun berangsur-angsur menua dan buruk pada saat bulan menuju bulan mati.

Dalam keyakinan orang Jawa, Kanjeng Ratu Kidul memiliki pembantu setia bernama Nyai/Nyi Rara Kidul (kadang-kadang ada yang menyebut Nyi Lara Kidul). Nyi Rara Kidul menyukai warna hijau dan dipercaya suka mengambil orang-orang yang mengenakan pakaian hijau yang berada di pantai wilayahnya untuk dijadikan pelayan atau pasukannya. Karena itu pengunjung pantai wisata di selatan Pulau Jawa, baik di Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, pantai-pantai di selatan Yogyakarta, hingga Semenanjung Purwa di ujung timur, selalu diingatkan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau botol.

Kalangan masyarakat Sunda menganggap bahwa Ratu Laut Selatan, dikenal sebagai Ratu Kidul, merupakan titisan dari seorang putri Pajajaran yang bunuh diri di laut selatan karena diusir oleh keluarganya. Alasan pengusiran adalah karena ia menderita penyakit yang membuat anggota keluarga lainnya malu.
[sunting] Apresiasi dan legenda terkait

Berbagai macam apresiasi dilakukan orang untuk menghormati tokoh legendaris ini.
[sunting] Sedekah laut

Masyarakat nelayan pantai selatan Jawa setiap tahun melakukan sedekah laut sebagai persembahan kepada sang ratu agar menjaga keselamatan para nelayan dan membantu perbaikan penghasilan. Upacara ini dilakukan nelayan di pantai Pelabuhan Ratu, Ujung Genteng, Pangandaran, Cilacap, Sakawayanadan sebagainya.
[sunting] Tari Bedaya Ketawang

Naskah tertua yang menyebut-nyebut tentang tokoh mistik ini adalah Babad Tanah Jawi[1]. Panembahan Senapati adalah orang pertama yang disebut sebagai raja yang menyunting Sang Ratu Kidul. Dari kepercayaan ini diciptakan Tari Bedaya Ketawang dari kraton Kasunanan Surakarta (pada masa Sunan Pakubuwana I), yang digelar setiap tahun, yang dipercaya sebagai persembahan kepada Kanjeng Ratu Kidul. Sunan duduk di samping kursi kosong yang disediakan bagi Sang Ratu Kidul. Pengamat sejarah kebanyakan beranggapan, keyakinan akan Kanjeng Ratu Kidul memang dibuat untuk melegitimasi kekuasaan dinasti Mataram.
[sunting] Larangan berpakaian hijau

Peringatan selalu diberikan kepada orang yang berkunjung ke pantai selatan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau. Mereka dapat menjadi sasaran Nyai Rara Kidul untuk dijadikan tentara atau pelayannya.
[sunting] Ruang khusus di hotel

Pemilik hotel yang berada di pantai selatan Jawa dan Bali menyediakan ruang khusus bagi Sang Ratu. Yang terkenal adalah Kamar 327 dan 2401 di Hotel Grand Bali Beach. Kamar 327 adalah satu-satunya kamar yang tidak terbakar pada peristiwa kebakaran besar Januari 1993. Setelah pemugaran, Kamar 327 dan 2401 selalu dipelihara, diberi hiasan ruangan dengan warna hijau, diberi suguhan setiap hari, namun tidak untuk dihuni dan khusus dipersembahkan bagi Ratu Kidul.

Hal yang sama juga dilakukan di Hotel Samudra Beach di Pelabuhan Ratu. Kamar 308 direservasi khusus bagi Ratu Kidul. Di dalam ruangan ini terpajang beberapa lukisan Kanjeng Ratu Kidul karya pelukis Basoeki Abdullah.

Hotel Queen of The South di dekat Parangtritis mereservasi Kamar 33 bagi Sang Kanjeng Ratu.
[sunting] Catatan kaki

1. ^ Lotte, von Lignau. 2003. Ratu Kidul, Meeresgöttin des Südens. Seminararbeit.

[sunting] Sumber-sumber dan Pranala luar

* Marshall, A. 2008. The Gods Must Be Restless: Living in the shadow of Indonesia's volcanoes. National Geographic Magazine.
* Schlehe J. Tourism to Holy Sites and Pilgrimage to Hotel Rooms in Java. IIAS News.
* http://www.jawakidul.nl/where.htm. Situs didedikasikan untuk informasi mengenai Ratu Kidul.
* Mitologi Sang Ratu Kidul. Blog Jatim Guide.
* Pelabuhan Ratu (Indonesia). A resort with a ghost.
* Blog Asia Paranormal Investigation
* Kartawidjaja PR. 2000. Tod dem Kommunismus - hoch leben die Geister: Über die Aufhebung des Beschlusses der Beratenden Volksversammlung von 1966. Indonesien Information nr. 3/2000.
* Kamar Nyai Roro Kidul. Kumpulan informasi mengenai kamar-kamar hotel yang direservasi untuk Kanjeng Ratu Kidul.










8 komentar:

  1. maaf ini sekedar untuk meluruskan umat Islam...

    Mungkin kita boleh percaya tentang cerita nyi roro kidul itu...

    tapi setiap manusia pasti meninggal karena kematian sudah di atur oleh Allah SWT....

    Tidak ada manusia yang bisa menjadi jin....

    dan saya sangat kecewa terhadap orang-orang yang percaya hal mistik...

    sampai memberi sesajen atau apa lah...
    dan mereka menganggap itu sebuah tradisi turun-temurun...
    nah tradi si itu lah yang harus kita ubah...

    karena di dalam hadits dan alqur'an manusia tidak di boleh kan memberi sesajen ato percaya pada yang seperti itu sebagai mana didalam alqur'an
    Surat Al an'am :
    Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS: Al-An’am 6:112)

    di ayat ini saja sudah menjelaskan tentang tipu daya jin...

    maaf sya tidak bermaksud apa-apa hanya meluruskan jalan orang2 muslim dari kesyirikan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekedar menambahkan komentar,,(sepengetahuan saya & maaf sekedar komentar ):

      1.tapi kita juga mesti ingat bahwa Allah SWT menciptakan alam manusia dan alam Gaib...
      2."meninggal" bukan berarti meninggal telah habis umurnya,, tapi percaya ga percaya untuk orang jaman dahulu orang2 mempunyai kelebihan(ilmu), mungkin saja nyai roro kidul bmempunyai kelebihan dan berpindah alam dr alam manusia ke alam ghaib,,,
      (wallohhualam,, hanya Allah SWT yg tau)

      Hapus
  2. lakum dinnukum walliyyaddiinn.. :)

    BalasHapus
  3. LIAT AJA INDAHNYA INDONESIA ITU YANG MEMBUT INDONESIA KITA ITU KHAS DARI NEGARA LAIN KL MAU DI TURUTIN SEPERTI PENDAPAT WIJAYA DI ATAS YA KITA GAK AKAN PUNYA BUDAYA UNTUK BISA MENGHORMATI ALAM INI, DI MANA ALAM JUGA CIPTAAN TUHAN CERITA TERSEBUT ADALAH MANUFESTASI DARI SALAH SATU KEKUATAN ALAM.

    BalasHapus
  4. kalau gak percaya ya udah gak usah ribut itu prifasi masing2,di indonesia itu bukan cm orang islam aja tp berbagai macam.

    BalasHapus
  5. penasaran dari duluny tentang kisah KANJENG RATU KIDUL , krn blm ada yg bisa aq terima tentang tulisan org yg menulis kisahNYA

    BalasHapus
  6. terimakasih atas komenya rekan rekan.maaf buakn maksud menyesatkan ini hanya sebatas pengetahuan kita.benar dan tidaknya kita tidak tau,memang setiap hal goib kalo kita sangkutkan dengan agama itu jauh berdeda. tapi kita wajib mmpercayainya karna yang kuasa memang menciptakanya. masalah kebenaran hanya sang peciptalah yang tau,karna KEBENARAN HANYA MILIK NYA.salam

    BalasHapus